Apa Yang Salah Dari Menciptakan Kesalahan?
Jawabannya: nggak ada.
Nggak ada yang salah dengan menciptakan kesalahan.
Dan kau mestinya berguru dari kesalahan-kesalahan tersebut.
Kan enggak.
Itu wajar, namanya juga masih bayi. Baru mulai hidup, jalan aja masih belajar.
Ketika orang menertawakan,
Ketika orang komentarin kau ngapain begini begitu,
Apa kau yang salah?
Nggak. Mereka yang salah.
Dari lahir, kita diminta untuk terus berguru dari nol.
Belajar buka mata, berguru pegang benda, berguru tengkurep, berguru duduk, berguru jalan.
Lalu dikala kau udah bisa melaksanakan semua hal dasar yang insan lakukan, apakah kau harus berhenti belajar? Ya nggak boleh. Apa kau mau berhenti berkembang di usia 13 tahun, sesudah bisa kerjain aljabar?
Terus gimana nanti jika kau lulus kuliah dan ga punya skill, kemudian susah cari kerja?
Kan malah nyalah-nyalahin pemerintah.
Lalu jika kau gres mulai berguru sesuatu yang baru, kau melaksanakan kesalahan.
Apa itu salah?
Nggak.
Kamu nggak bisa pribadi bisa bangun tegak selama 2 jam di hari pertama kau berguru berdiri, kan?
Kamu juga nggak bisa pribadi jadi kayak Rossi di hari pertama kau berguru motor.
Kesalahan itu bab dari proses. Kalau kau nggak punya kesalahan, kau nggak bisa berguru mana yang baik untuk kamu. Mana yang benar untuk kamu. Mana yang menciptakan kau berhasil, dan mana yang nggak.
Lewat kesalahan, kau bisa tahu kau ingin hidup dan melaksanakan sesuatu hal dengan cara apa. Cara yang kau inginkan sendiri. Bukan yang tetangga kamu, orangtua kamu, kakak, adik, atau teman kau inginkan.
Batasi diri kamu.
Batasi indera pendengaran kamu, pikiran kau dari kata-kata dari luar atau dari diri sendiri yang akan membuatmu berhenti berguru dan menciptakan kesalahan.
Buka mata kamu, hati kau untuk menghadapi kesalahan yang kau buat.
Cari di mana letak salahnya, kemudian cari cara untuk perbaiki kesalahan itu.
The world does not stay still,
so just move with it.
Thanks for reading
❤️,
Nggak ada yang salah dengan menciptakan kesalahan.
Meskipun kau diolok-olok, ditertawakan, dibicarakan, menciptakan kesalahan itu sebetulnya nggak salah. Membuat kesalahan itu wajar. Membuat kesalahan itu harus. Membuat kesalahan itu artinya kau berani mencoba hal baru, kau berani berkembang. Membuat kesalahan artinya kau nggak membisu di tempat.
Dan kau mestinya berguru dari kesalahan-kesalahan tersebut.
Waktu kau kecil, apakah kau lahir tiba-tiba bisa jalan kaki tanpa jatuh? Bisa pribadi makan nasi nggak pakai dimuntahin lagi atau diacak-acak? Gak mungkin.
Dan apakah dikala kau yang masih bayi berguru jalan kemudian jatuh, orang menganggap kau itu ndeso dan nggak mampu?
Kan enggak.
Itu wajar, namanya juga masih bayi. Baru mulai hidup, jalan aja masih belajar.
Terus, kini dikala kau mulai berguru nulis, ngegambar, makeupan, bikin puisi, bikin lagu.. bikin usaha, mulai kerja di perusahaan, nikah muda, mau apalah itu.
Ketika orang menertawakan,
Ketika orang komentarin kau ngapain begini begitu,
Apa kau yang salah?
Nggak. Mereka yang salah.
Dari lahir, kita diminta untuk terus berguru dari nol.
Belajar buka mata, berguru pegang benda, berguru tengkurep, berguru duduk, berguru jalan.
Lalu dikala kau udah bisa melaksanakan semua hal dasar yang insan lakukan, apakah kau harus berhenti belajar? Ya nggak boleh. Apa kau mau berhenti berkembang di usia 13 tahun, sesudah bisa kerjain aljabar?
Terus gimana nanti jika kau lulus kuliah dan ga punya skill, kemudian susah cari kerja?
Kan malah nyalah-nyalahin pemerintah.
Lalu jika kau gres mulai berguru sesuatu yang baru, kau melaksanakan kesalahan.
Apa itu salah?
Nggak.
Kamu nggak bisa pribadi bisa bangun tegak selama 2 jam di hari pertama kau berguru berdiri, kan?
Kamu juga nggak bisa pribadi jadi kayak Rossi di hari pertama kau berguru motor.
Kesalahan itu bab dari proses. Kalau kau nggak punya kesalahan, kau nggak bisa berguru mana yang baik untuk kamu. Mana yang benar untuk kamu. Mana yang menciptakan kau berhasil, dan mana yang nggak.
Lewat kesalahan, kau bisa tahu kau ingin hidup dan melaksanakan sesuatu hal dengan cara apa. Cara yang kau inginkan sendiri. Bukan yang tetangga kamu, orangtua kamu, kakak, adik, atau teman kau inginkan.
Batasi diri kamu.
Batasi indera pendengaran kamu, pikiran kau dari kata-kata dari luar atau dari diri sendiri yang akan membuatmu berhenti berguru dan menciptakan kesalahan.
Buka mata kamu, hati kau untuk menghadapi kesalahan yang kau buat.
Cari di mana letak salahnya, kemudian cari cara untuk perbaiki kesalahan itu.
The world does not stay still,
so just move with it.
Thanks for reading
❤️,




Comments
Post a Comment